Mandi-Mandi Tujuh Bulanan Adat Jawa (Mitoni) Mba Rani 4 April 2015

Halo…. ketemu lagi ya dengan tulisan saya yang baru tapi edisi lama… kok lama? soalnya acara ini sudah berlangsung sejak bulan April yang lalu. Baru sempat ngeblog lagi….๐Ÿ˜€ Kebetulan klien ini sedang hamil 7 bulan, dia dan keluarganya menginginkan pengadaan acara mitoni (mandi-madi tujuh bulanan ala adat Jawa).So bagi yang mau melakukan mitoni ini saya jabarkan dari beberapa sumber ya makna dari prosesi ini. Tak kenal maka tak sayang… Adat itu adalah warisan leluhur dan budaya… tak ada salahnya dilestarikan sebagai generasi penerus… Betuuuuul??? Betul dong….๐Ÿ˜€

Menurut situs blog riaskuntik.wordpress.com, Orang Jawa menamai usia kehamilan tujuh bulan itu SAPTA KAWASA JATI. Sapta-tujuh, kawasa-kekuasaan, jati-nyata. Pengertiannya, jika Yang Maha Kuasa menghendaki, dapat saja pada bulan ketujuh bayi lahir sehat dan sempurna. Bayi yang lahir tujuh bulan sudah dianggap matang alias bukan premature. Namun apabila pada bulan ketujuh itu bayi belum lahir, maka calon orang tua atau eyangnya akan membuat upacara mitoni, yaitu upacara slametan atau mohon keselamatan dan pertolongan kepada Yang Maha Kuasa agar semuanya dapat berjalan lancar, agar bayi didalam kandungan beserta ibunya tetap diberi kesehatan serta keselamatan.

Menurut situs chandrarini.com, bahwa upacara piton-piton dilaksanakan pada waktu kandungan telah memasuki tujuh bulan. Tak jarang masyarakat menyebutnya dengan upacara piton-piton. โ€œPitonโ€ berasal dari bahasa jawa โ€œPituโ€ yang artinya Tujuh. Tradisi upacara piton-piton hanya dilaksanakan bagi wanita yang baru pertama kali hamil. Untuk kehamilan kedua, ketiga, keempat, dst tidak diwajibkan untuk melakukan upacara ini.

Tahap pelaksanaannya berurutan, bermula dari siraman, brojolan dan terakhir pemakaian busana. Sangat cocok dilaksanakan pada sore hari, ngiras mandi sore. dan dihadiri oleh segenap sanak kadang, para tetangga serta handai taulan.

11856376_497496553749770_2252620421141300927_oย ย ย  11882634_497494603749965_2419045390415771698_o

11884707_497498620416230_8346720196663619161_o11031091_497496907083068_4320385869738908787_o

Siram artinya mandi. Siraman berarti memandikan. Dimaksudkan untuk membersihkan serta menyucikan calon ibu dan bayi yang sedang dikandung, lahir maupun batin. Siraman dilakukan di tempat yang disiapkan secara khusus dan didekor indah, disebut krobongan. Atau bisa juga dilakukan di kamar mandi.

Sesuai tema, jumlah angka tujuh atau pitu kemudian dipakai sebagai simbol. Air yang digunakan diambil dari tujuh sumber, atau bisa juga dari air mineral berbagai merek, yang ditampung dalam jambangan, yaitu sejenis ember bukan dari plastik tapi terbuat dari terakota atau kuningan dan ditaburi kembang setaman atau sritaman yaitu bunga mawar, melati, kantil serta kenanga. Aneka bunga ini melambangkan kesucian. Tujuh orang bapak dan ibu teladan dipilih untuk tugas memandikan. Seolah tanpa saingan, yang pasti terpilih adalah calon kakek dan neneknya.

Tanpa tetek bengek perhiasan seperti anting, ataupun gelang akar bahar, dan hanya mengenakan lilitan jarit (kain batik), calon ibu dibimbing menuju ke tempat permandian oleh pemandu atau dukun wanita yang telah ditugasi.

Siraman diawali oleh calon kakek, berikutnya calon nenek, dilanjutkan oleh yang lainnya. Dilakukan dengan cara menuangkan atau mengguyurkan air yang berbunga-bunga itu ke tubuh calon ibu dengan menggunakan gayung yang dibuat dari batok kelapa yang masih berkelapa atau masih ada dagingnya.

Bunga-bunga yang menempel disekujur badan dibersihkan dengan air terakhir dari dalam kendi. Kendi itu kemudian dibanting kelantai oleh calon ibu hingga pecah. Semua yang hadir mengamati. Jika cucuk atau paruh kendi masih terlihat mengacung, hadirin akan berteriak: โ€œCowok! Laki! Jagoan! Harno!โ€ dan komentar-komentar lain yang menggambarkan anaknya nanti bakal lahir cowok. Namun jika kendi pecah berkeping-keping, dipercaya anaknya nanti bakal cewek (riaskuntik.wordpress.com) Karena acara pecah kendi kemarin terlewatkan oleh saya, jadinya tidak sempat kefoto prosesinya…๐Ÿ˜ฆ kurang jadi file foto urutannya… Maaf ya pemirsa…๐Ÿ˜€ but it’s ok

11894488_497497477083011_3981338055071142238_oย 

Calon ibu kini berbusana kain jarit yang diikat longgar dengan letrek yaitu sejenis benang warna merah putih dan hitam. Merah melambangkan kasih sayang calon ibu, putih melambangkan tanggung jawab calon bapak atau bokap bagi kesejahteraan keluarganya nanti. Warna hitam melambangkan kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah mempersatukan cinta kasih kedua orang tuanya. Tidak ada letrek, janur pun jadi. seperti klien saya ini.

Calon bapak tersebut memotong letrek yang mengikat si calon ibu tadi dengan keris yang ujungnya telah diamankan dengan ditutupi kunyit, atau bisa juga menggunakan parang yang telah dihiasi untaian bunga melati. Ini melambangkan kewajiban suami untuk memutuskan segala rintangan dalam kehidupan keluarga.

11887568_497497323749693_2391042703341084657_o11896418_497497353749690_439706495453919823_o

Calon nenek memasukkan tropong (alat tenun) kedalam lilitan kain jarit kemudian dijatuhkan kebawah. Ini dimaksudkan sebagai pengharapan agar proses kelahirannya kelak, agar sang bayi dapat mbrojol lahir dengan lancar. Tidak ada tropong, telur ayam pun jadi. Seperti yang dipakai oleh mba Rani yaitu telur ayam.

Kemudian acara ini dilanjutkan dengan acara membrojolkan atau meneroboskan dua buah kelapa gading yang telah digambari lewat lilitan kain jarit yang dikenakan oleh calon ibu. Sepasang kelapa gading tersebut bisa ditato gambar Kamajaya dan Dewi Ratih atau Harjuna dan Sembadra atau Panji Asmara Bangun dan Galuh Candra Kirana. Kita tinggal pilih.ย  Kalau yang diukir pada kelapa mba Rani kemarin itu Subadra untuk lambang anak perempuan, kalau yang lagi diukir Arjuna untuk anak laki-laki. Para selebriti perwayangan tersebut dikenal berwajah cantik dan ganteng. Harapannya adalah agar anak yang lahir kelak bisa keren seperti mereka…๐Ÿ˜€ (uhuy) Lalu kelapa yang mbrojol ditangkap oleh salah seorang ibu untuk nantinya diberikan kepada calon bapak.

11875217_497497397083019_2878881308224275255_o

11886141_497498563749569_3015178886086541077_o

Setelah itu calon bapak akan memecah salah satu buah kelapa berukir tokoh wayang tadi dengan parang, sekali tebas. Jika buah kelapa terbelah menjadi dua, maka hadirin akan berteriak: โ€œPerempuan!โ€ Apabila tidak terbelah, hadirin boleh berteriak: โ€œlaki-laki!โ€ Dan apabila kelapa luput dari sabetan, karena terlanjur menggelinding sebelum dieksekusi misalnya, maka adegan boleh diulang.

11923285_497497737082985_4027395215414936212_o

Selesai brojolan, calon ibu dibimbing keruangan lain untuk dikenai busana kain batik atau jarit berbagai motif, motif sido luhur, sido asih, sido mukti, gondo suli, semen raja, babon angrem dan terakhir kain lurik motif lasem. Kain lurik motif lasem melambangkan cinta kasih antara bapak dan ibunya. Kain-kain yang tujuh motif tersebut dikenakan bergantian urut satu persatu. Setiap berganti hingga kain yang ke enam, pemandu akan bertanya kepada hadirin sudah pantas atau belum, dan hadirin akan menjawab serentak: โ€œbelum!โ€ Ketika kain ke tujuh atau terakhir dikenakan, yaitu kain lurik motif lasem, barulah hadirin menjawab sudah. Sudah pantas dan selayaknya. Keenam kain lainnya yang tidak layak pakai itu kemudian dijadikan alas duduk calon bapak ibunya. Gaya pendudukan seperti ini disebut angreman, bukan menggambarkan bapak melainkan menggambarkan ayam yang sedang mengerami telurnya.

11233183_497498147082944_4032604879811712010_o 11119302_497498040416288_7230760113223879040_o

Setelah acara pilih motif kain selesai, mba Rani ke kamarnya untuk berganti pakaian dan bersiap untuk prosesi selanjutnya yaitu dodolan rujak… kalo prosesi ini dijamin banyak yang suka dan ngantri haha…๐Ÿ˜€ semana ya kan? jarang2 gitu makan rujak ala2 adat begini… soalnya bukan rujak manis yang sering dijual orang. Jangan iri ya… hihi๐Ÿ˜›

11856419_497498180416274_273805803173686376_o

11942091_497498300416262_7766618366004934466_o

11895303_497498413749584_1536593870656786054_o

Ada sebagian orang yang menganggap acara adat model begini tidak perlu dilakukan, tetapi apa salahnya jika kita melestarikan adat tetap dengan berpegang teguh kepada Tuhan… segala permohonan dan doa keselamatan hanya kita tujukan kepada Allah SWT. Mungkin ada sumber bisa saya berikan kepada pembaca sekalian yang masih berpikiran ragu boleh atau tidak mengadakan acara 7ย  bulanan seperti ini (kalau saya dulu sih pas hamil anak pertama malah selamatanย  4 bulanan dan 7 bulanan :D). Tapi itu semua kembali ke keputusan masing-masing (Wallahualam bishowab).

Dari situs ngaturjiwo.blogspot.co.id yang ditulis oleh

Lutfil Chakim:

Sudah menjadi hal yang lumrah, bila kehadiran buah hati adalah sesuatu yang sangat diharapkan oleh pasangan suami istri, sehingga ketika sang istri tercinta hamil mereka mengadakan acara-acara tertentu demi kebaikan sang buah hati, diantaranya: acara 3 bulanan (neloni; Jawa) 4 bulanan (ngupati:Jawa) dan 7 bulanan (mitoni: Jawa).

Secara khusus tidak ditemukan dasar dalam syariat. Hanya saja, dalam fikih disampaikan bahwa apabila dalam kegiatan tersebut tidak terdapat hal-hal yang dilarang agama bahkan merupakan kebajikan seperti sodaqoh, qiro’atul Qur’an dan sholawat kepada Nabi serta tidak meyakini bahwa penentuan waktu itu adalah sunnah, maka hukumnya diperbolehkanTerkait hal diatas maksud dan tujuannya adalah bersyukur dan berdoโ€™a kepada Alloh Subhanahu wa Taโ€™ala. Adapun landasannya sbb:

ู‡ููˆูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูŽุณู’ูƒูู†ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุชูŽุบูŽุดูŽู‘ุงู‡ูŽุง ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ ุญูŽู…ู’ู„ุง ุฎูŽูููŠูู‹ุง ููŽู…ูŽุฑูŽู‘ุชู’ ุจูู‡ู ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูŽุซู’ู‚ูŽู„ูŽุชู’ ุฏูŽุนูŽูˆูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู‡ูู…ูŽุง ู„ูŽุฆูู†ู’ ุขุชูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู†ูŽู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงูƒูุฑููŠู†ูŽ

โ€œDialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanyaa menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS. Al-Aโ€™raf: 189)

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ูŠูุฌู’ู…ูŽุนู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ููู‰ ุจูŽุทู’ู†ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู†ูุทู’ููŽุฉู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ููู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‚ูŽุฉู‹ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูุถู’ุบูŽุฉู‹ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุฑู’ุณูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ููŽูŠูŽู†ู’ููุฎู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุฑู‘ููˆู’ุญู ูˆูŽูŠูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุจูŽูƒูŽุชู’ุจู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฌูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ูŠู‘ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏูŒ

โ€œSesungguhnya penciptaan salah seorang di antara kalian dihimpun di dalam perut ibunya selama empat puluh hari berupa air mani, kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu sama, kemudian menjadi segumpal daging juga dalam waktu yang sama. Setelah itu, malaikat diutus untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara: mencatat rezekinya, ajalnya, perbuatannya, dan celaka ataukah bahagia. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kehamilan adalah periode yang didambakan oleh seorang istri di dalam berumahtangga (pasca menikah). Karena proses kehamilan merupakan fase yang harus dilalui untuk menghadirkan anak di dalam keluarga. Di atas telah disebutkan hadits-nya tentang proses janin di dalam perut ibu hamil sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.

Hadits tersebut di atas menjelaskan proses kejadian manusia:

โ€ข 40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental,
โ€ข 40 hari kedua menjadi โ€˜alaqah atau segumpal daging,
โ€ข 40 hari ketiga menjadi mudhghah atau segumpal daging.

Proses di atas apabila dihitung berdasarkan bulan sama dengan 4 bulan atau 120 hari. Dan pada bulan ke-4 seperti itu Allah Subhanahu wa Taโ€™ala mengutus malaikat guna meniupkan ruh ke dalam janin yang terdapat di rahim ibunya. Dan momen ini seringkali diperingati oleh masyarakat Islam dengan sebutan 4 bulanan.

Beberapa hal yang menjadi landasan peringatan 4 bulan dan 7 bulanan kehamilan, antara lain:

1. Sebagai tanda syukur seorang hamba kepada tuhannya, Allah Subhanahu wa Taโ€™ala yang telah memberikan anugerah dengan memberikan amanah berupa seorang buah hati, anak.
2. Sebagai pendidikan prenatal (pendidikan sebelum lahir) bagi janin yang mulai hidup atau mulai diberi ruh, yang kelak bertujuan agar sang buah hati menjadi anak yang shaleh/shalehah, faham agama, serta menjadi anak yang mencintai dan mengamalkan Al-Quran.

Sumber:
Bagi yang mau konsultasi/tanya jawab silahkan sms/whatsapp/line di 081350591691, follow juga instagram ammei_fajarwobpp dan add pin BB 571D7E47. Anda juga bisa buka FB di Rumah Pernikahan Fajar WO untuk update terbaru dari kami.

3 thoughts on “Mandi-Mandi Tujuh Bulanan Adat Jawa (Mitoni) Mba Rani 4 April 2015

    • di web blog sudah dijabarkan juga kok mba beberapa paketnya… bisa dicek di arsip blog sebelumnya atau ketik di search engine google “Paket wedding fajar wedding organizer” nanti muncul kok. Kalau masih belum ketemu nanti akan diforwardkan juga via email. Trims

      Salam,
      Fajar Wedding Organizer๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s